Sebab-sebab yang Meningkatkan Keimanan

Diantara
sebab-sebab yang meningkatkan keimanan adalah:
1.
Mempelajari ilmu syar’i

Keutamaan mempelajari ilmu syar’i sangatlah banyak diantaranya adalah Allah
akan mengangkat derajat seorang mu’min yang berilmu melebihi orang yang tidak
memiliki ilmu. Sebagaiman yang Allah firmankan,
يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya, “Allah akan mengangkat
derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi
ilmu beberapa derajat.”
( QS. Al-Mujadilah : 11 )
Apabila seseorang menguasai ilmi
syar’I maka dia akan mengetahui hal-hal yang dicintai Allah dan yang dibenci
Allah, dan mengetahui hal-hal yang dapat mendekatkan dia kepada Allah serta
hal-hal yang dapat menambah keimanannya.
2.
Memperbanyak membaca Alquran dan men-tadabburi-nya.

Allah menurunkan Alquran sebagai rahmat dan penerang untuk hamba-Nya. Allah
berfirman,
كِتَابٌ
أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ
أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya: “Kitab Alquran yang kami
turunkan kepadamu yang penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan
agar orang-orang yang memiliki akal dapat mengambil pelajaran.”
(QS. Shad:
29 )
Barang siapa yang mentadabburi
ayat-ayat Allah dia akan mengetahui besarnya kekuasaan dan keagungan Allah
sehingga imannya pun akan bertambah.
3.
Memahami nama-nama Allah dan sifat-sifatnya.

Jika seseorang memahami dengan benar indahnya nama-nama Allah dan sempurnanya
sifat-sifat-Nya maka kecintaannya kepada Allah dan pengharapannya kepada-Nya
akan bertambah, sehingga dia akan semakin khusyu’ dalam melaksanakan ibadah.
4.
Menghayati perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan menghayati kehidupan Rasulullah kita mengetahui bagaimana semangat
beliau dalam menyampaikan risalah Allah walaupun banyaknya rintangan yang
dihadapinya, sehingga kitapun dapat mengambil pelajaran darinya untuk
meningkatkan iman kita.
5.
Menghayati keagungan-keagungan syari’at islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan syariat-Nya dengan segala kesempurnaan,
tidak ada cacat padanya, Jika seorang mu’min manghayati hal ini maka ia akan
mengetahu bahwa Allah tidaklah menurunkan syariatNya untuk menyusahkan
hamba-Nya sebagai mana yang Allah firmankan,
وَمَا
جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Artinya: “Dan Dia tidak
menjadikan kesukaran untuk kalian dalam agama.”
( Q.S Al-hajj: 78)
Maka jika hal ini telah diketahui
maka hendaknya bagi setiap muslim bersemangat dalam beramal dengan ikhlas.
6.
Men-tadabburi ciptaan-ciptaan Allah.

Jika kita perhatikan makhluk-makhluk ciptaan Allah baik dari yang paling besar
sampai yang terkecil, niscaya kita akan mendapatkan hal-hal yang sungguh
menakjubkan. Lihatlah matahari, betapa cahayanya begitu terang menyinari alam
ini. Tidak berhenti sampai disitu saja, perhatikanlah betapa banyak manfaat
dari sinar matahari ini yang kalau kita mau jabarkan maka sungguh tak terhingga
jumlahnya. Lalu bagaimana matahari tersebut tidak pernah redup walau sehari
saja, tidak seperti lampu yang lama-kelamaan akan berkurang fungsionalitasnya?!!
Mataharipun selalu terbit dari tempatnya, dan tidak seharipun terbit dari arah
yang berlawanan. Inilah matahari yang merupakan makhluk Allah yang sering kita
konsumsi nikmatnya, akan tetapi kita jarang memperhatikannya secara detail. Dan
makhluk Allah sungguh banyak tidak terbatas matahari saja, maka banyak pula
hal-hal yang mengagumkan dibalik penciptaan-Nya tersebut, yang pada akhirnya
kita harus jujur bahwa Sang Pencipta segala makhluk-makhluk itu pasti Maha
Agung Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sudah selayaknya ini menjadi sarana kita
untuk menambah keimanan kita pada-Nya
7.
Bersemangat dalam mengamalkan amal-amal shalih dengan ikhlas.

Karena sesungguhnya setiap amal shalih yang dikerjakan oleh seorang mu’min
dengan ikhlas akan menambah keimanannya, karena iman bertambah dengan banyaknya
amal ketaatan yang dilakukan seorang mu’min.
Oleh karena itu, suatu keharusan
bagi seorang mu’min untuk berusaha mengikhlaskan niatnya dan bersungguh sungguh
dalam beramal.
8.
Bergaul dengan orang-orang shalih.

Tidak diragukan lagi bahwa berteman dengan orang-orang yang shalih adalah sebab
meningkatnya iman seseorang karena di dalam bergaul dengan mereka seseorang
akan sering mendapatkan nasehat dan peringatan yang bermanfaat untuk dirinya.
9.
Menjauhi sebab-sebab yang melemahkan iman.

Diantara sebab-sebab yang dapat melemahkan keimanan
:
1.
Bodoh terhadap ilmu syar’i

Ilmu adalah sumber dari segala kebaikan, maka sebaliknya bahwa kebodohan adalah
sumber dari keburukan. Orang yang bodoh akan mudah tejatuh ke dalam jurang
kekufuran dan kesesatan.
2.
Mengerjakan amal-amal maksiat

Sebagaimana telah disebutkan bahwa iman bertambah dengan melakukan ketaatan,
maka iman pun akan berkurang dengan perbuatan maksiat dan dosa, karena dosa
adalah kotoran yang akan mengotori hati orang yang beriman.
3.
Mengikuti seruan-seruan setan.

Syaithan telah berjanji akan menyesatkan bani adam, maka dia akan berusaha
memalingkan mereka dari segala bentuk ketaatan. Allah berfirman menceritakan
perkataan iblis,
قَالَ
فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ
لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ
وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Artinya : “Iblis menjawab:
‘Karena engkau telah menyesatkan aku pasti aku akan menghalangi mereka dari
jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari
belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati
kebanyakan mereka bersyukur .’”
( QS. Al-A’raf : 16-17 )
4.
Bergaul dengan teman-teman yang jelek

Merupakan tabiat manusia bahwa dia akan meniru dan mengikuti teman atau kerabat
dekatnya, maka apabila yang menjadi tamannya adalah seorang yang buruk
perangainya maka niscaya dia akan menjadi sepaerti temannya itu. Oleh karena
itu di dalam sebuah bait sya’ir disebutkan,
عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه
*  فكل قرين بالمقارن مقتدي
Maknanya adalah:
“Jika engkau ingin mengetahui
tentang keadaan seseorang tanyalah siapa teman yang biasa menemaninya, karena
sesungguhnya seseorang akan selalu mengikuti temannya.”
Imam Qatadah berkata: “Demi Allah,
kami tidak pernah melihat melihat seseorang bersama temannya kecuali mereka
akan tampak kompak dan serupa.”

Penulis: Ustadz DR. Ali Musri Semjan
Putra, M.A.
Artikel www.dzikra.com, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id
Sebab-sebab yang Meningkatkan Keimanan. Post by: admin2 | 4.5
Tags:,

Categories: Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *